Waktu Sholat Untuk Kota Seluruh Dunia 6 Juta

Prayer Times For 6 Million Cities Worldwide
Country:

Citos Generation

Jepretan Tommy

Jepretan Tommy
Lokasi Komplek Al-Khondak Ciawi - Bogor

Kamis, 01 November 2012

Haruskah?...Imam Harus Orang Quraiys ?





Dari Jabir bin Samurah dia berkata, Nabi bersabda: Tidak henti-hentinya perkara (keamiran) ini senantiasa Berjaya hingga 12 Khalifah, Jabir berkata kemudian Nabi bersabda yang aku tidak dapat memahaminya maka aku bertanya pada ayahku, apakah yang disabdakan Nabi ? ayahku berkata: kesemuanya mereka orang Quraisy. HR. Muslim: 3396.

Diantara bantahan golongan “kaum salafi” tentang keamiran adalah: Imam harus orang Quraisy, kalau bukan orang Quraisy tidak sah, berdasarkan dalil;

Jawab; Kalau benar-benar kita cermati dalil di atas maka akan dapat kita jumpai bahwa maksud sabda Nabi tersebut hanyalah untuk menyanjung keutamaan orang Quraisy semata’ bukan dalam konteks bahwa imam harus orang Quraisy, sebab jaka difahami seperti itu (bahwa Amir harus orang Quraisy) maka kedudukan Hadist tersebut jelas bertentangan dengan dalil yang di atasnya (lebih kuat) yaitu;

Dalil pertama, firman Allah

يٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّـهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّـهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ ﴿الحجرات:١٣﴾
Artinya : "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kami di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal" Qs. Al-Hujurat : 13

Keterangan; Ayat di atas mengandung pesan bahwa kedudukan manusia di mata Allah sama tidak ada yang lebih unggul karena kesukuannya (Allah tidak diskriminasi terhadap makhluq ciptaannya walaupun Allah mempunyai hak untuk melakukannya) yang membuat menusia berbeda di sisi Allah hanyalah tingkat ketakwaannya.

Dalil kedua, firman Allah;

وَمَآ أَرْسَلْنٰكَ إِلَّا كَآفَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ ﴿سبإ:٢٨﴾
Artinya : "Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui".Qs. Saba’ : 28

Keterangan: Ayat di atas mengandung pesan bahwa Islam yang dibawa oleh Muhammad bukan hanya untuk orang Quraisy tapi untuk seluruh umat manusia

Dalil ketiga, sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ;

Tetapilah oleh kalian ketaatan walaupun (yang jadi imam) hamba Habsyi, sesungguhnya orang iman seperti unta yang diberi kendali hidungnya kemana saja dia dituntun akan mengikuti. HR. Ibnu Majah : 43 (tahqiq Al-Albani : Shahih)

Keterangan; Dari hadist diatas Rasulullah telah mengisyaratkan bahwa siapa saja dari suku apapun dia berpeluang untuk diangkat menjadi imam tidak harus orang Quraisy, dan ketika dia jadi imam harus di taati.

Dalil ke empat Hadist Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam

Rasulullah berkhutbah di Mina pada pertengahan hari tasyriq saat itu beliau di atas untanya, beliau bersabda : "Wahai manusia ingatlah sesungguhnya Tuhan kalian itu satu, bapak kalian itu satu, ingatlah tidak ada keutamaan orang Arab mengalahkan A’jam, dan tidak ada keutamaan orang A’jam mengalahkan orang Arab, dan tidak ada keutamaan orang kulit Hitam mengalahkan orang kulit merah, tidak ada keutamaan orang kulit merah mengalahkan orang kulit hitam, melainkan dengan sebab ketaqwa’an, Sudahkah aku menyampaikan ? mereka menjawab; Iya, beliau bersabda lagi; ingatlah hendaklah orang yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir". At-Thabari (QS. Al-Hujurat : 13)

Keterangan; Pada Hadist ini Nabi menegaskan semua manusia sama yang membedakan kemuliaannya hanyalah ketaqwaan semata.

Dalil keemapat Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam;
"Orang-orang Bani Israil dahulu diurusi oleh para Nabi, ketika seorang Nabi wafat maka di gantikan oleh Nabi yang lain, sesungguhnya tidak ada Nabi lagi sesudahku dan yang ada adalah para Khalifah (imam yang dibai'at) dan jumlah mereka akan banyak, meraka bertanya apakah yang anda perintahkan kepada kami ? Nabi bersabda tetapilah oleh kalian bai'at kepada imam yang pertama kali dibai'at, berikan pada mereka hak mereka, sesungguhnya Allah akan menanyakan kepada mereka dari apa yang Allah telah menjadikan mereka sebagai penggembala." HR Al-Bukhari : 3196

Keterangan hadits diatas menyebutkan bahwa setelah Nabi wafat yang memimpin umat ini adalah para khalifah / imam yang dibaiat dan jumlahnya banyak ketika sahabat bertanya apa yang harus kami lakukan, Nabi menjawab tetapilah baiat kepada imam yang pertama kali dibaiat, dengan kata lain bergabunglah dengan jamaah yang paling awal, Nabi tidak menjawab tetapilah pada baiatnya Imam Quraisy.
dalil kelima, peristiwa di Saqifah bani Sa’id setelah wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika seseorang yang mewakili golongan Anshar berkata :

“Saya adalah orang yang senangtiasa dimintai pendapat (bijaksana) dari golongan kami (Anshar) mengangkat amir sendiri dan kalian (Muhajir) mengangkat amir sendiri wahai golongan Quraisy”. HR Al-Bukhari : 6328

Dari hadits di atas jelas sekali kaum Anshar berencana akan membaiat amir dari golongan mereka sendiri padahal orang Anshar bukanlah orang Quraisy, akan tetapi mustahil jika orang-orang Anshar yang sangat taat dan loyal kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan berani “mengingkari wasiat” beliau bahwa imam “harus” orang Quraisy, jika memang adanya begitu, ataukah orang-orang “salafi” ini menganggap orang-orang Anshar jahil masalah agama dan tidak termasuk golongan Salafus Shalih, dan guru mereka (salafi) lebih arif berbanding sahabat Nabi dari golongan Anshar ?

Dalil-dalil di atas telah menjadi indikasi yang jelas, menunjukkan bahwa; dalil “Amir Quraisy” adalah Muawiyah dan musuh bebuyutannya yaitu kaum Syiah yang juga menjadikan hadits tersebut sebagai propaganda bahwa imam atau amir yang sah adalah berjumlah dua belas kesemuanya Ahlul Bait (keluarga Nabi) dari golongan mereka dan yang pasti orang Quraisy.

Kesimpulan; Setelah meneliti kembali keberadaan ‘Amir Quraisy” dan dibandingkan dalil-dalil yang lain maka dapat diambil kesimpulan bahwa;
Hadits “keamiran Orang Quraisy” hanya berupa sanjungan Nabi akan banyaknya orang-orang Quraisy yang berbakat menjadi pemimpin, tapi bukan berarti pemimpin / imam wajib orang Quraisy, sama halnya di Indonesia saat ini yang jadi Presiden Indonesia dari dulu hingga saat ini adalah dari suku Jawa karena kebetulan banyak orang-orang yang berbakat menjadi pemimpin berasal dari suku Jawa tapi bukan berarti Presiden Indonesia harus orang Jawa.
Dalil ntersebut telah disalah artikan kemudian dipolitisirkan dan dijadikan alat propaganda bagi sebagian orang yang berkepentingan pada kekuasaan, bahkan oleh dua kelompok yang sangat bermusuhan yaitu Muawiyah bin Abu Sufyan dan golongan Syiah.
Muawiyah menjadikan hadits tersebut sebagai propaganda untuk melindungi kekuasaannya dan para kroninya yang sangat korup dan hidup berfoya-foya dalam kemewahan dunia ketika secara halus disindir oleh sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dikenal sangat zuhudnya yaitu Abdullah bin Amr (Abdullah bin Amr ini sahabat Nabi yang sangat zuhud dan banyak keutamaannya, dialah sahabat yang kesungguhannya dalam ibadah puasa dan qiamul lailnya sangat luar biasa sehingga distop oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau perintah agar Abdullah mengurangi ibadahnya, dan dialah salah satu sababul wurud dari hadits tentang puasa sunnah Nabi Dawud, akan tetapi dalam banyak hal Abdullah bin Amr berbeda pendapat dengan ayahnya sendiri yaitu Amr bin Ash yang sejak Jahiliyah bahu membahu dengan ayah Muawiyah yaitu Abu Sufyan di dalam memerangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabt, setelah dia masuk Islam tepatnya ketika Muawiyah memberontak atas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib, Amr bin Ash menjadi pengikut sekaligus pembela yang sangat setia bagi Muawiyah) dia berkata yang maksudnya adalah; Kalau orang-orang Quraisy yaitu; Muawiyah dan kroni-kroninya yang jadi penguasa tidak menghentikan kemaksiatan dan kesewenang-wenangannya maka Allah akan memindahkan keamiran pada bangsa Qahthan. Muawiyah menganggap sindiran Abdullah bin Amr kalau dibiarkan bisa menjadi ancaman bagi kekuasaannya.
Kesimpulam; Islam ini bukan agama khusus untuk orang Quraisy melainkan untuk semua umat manusia, terdapat dalil-dalil shahih yang membuktikannya, jadi isu Quraisy atau bukan Quraisy itu bukan perkara besar dan tidak menyangkut sah atau tidaknya keamiran, yang pasti adalah bahwa beragama Islam wajib dengan berjamaah dan berjamaah wajib dengan mempunyai imam / amir.

Selasa, 24 Juli 2012

Permata CAI Ke 33

Permata CAI ke-33 Menjadi Contoh dalam Kerukunan Umat Beragama PDF Print E-mail

Laporan: Arifin Rusdi
Wonosalam (NOL) – CAI (Cinta Alam Indonesia) Jombang, bekerja sama dengan Pondok Pesantren Gadingmangu Perak menyelenggarakan kegiatan bertajuk Perkemahan Akhir tahun Ajaran Permata CAI ke-33 tahun 2012.
Bertempat di bumi perkemahan Kosambiwojo Wonosalam Jombang, helatan ini berlangsung dari tanggal 2-5 Juli 2012 yang kemudian dilanjutkan di daerah-daerah di seluruh Indonesia.
Revitalisasi kepemudaan yang meliputi revitalisasi visi, misi, pemikiran, cita-cita, organisasi, kepemimpinan, dan aktualisasi aksi, adalah ikhtiar merekonstruksi kembali eksistensi pemuda dalam membangkitkan semangat pemuda agar punya jiwa kemandirian, entrepreneurship, ketrampilan yang berdaya saing global yang berkualitas dan tentu bersendikan ideologi bangsa yang bersandar pada Alquran dan Sunnah Rosul.
Berlandaskan hal diatas, seperti taun sebelumnya, CAI (Cinta Alam Indonesia), tahun ini  menyelenggarakan kegiatan bertajuk Perkemahan Akhir Tahun Ajaran (Permata) yang ke-33. Dengan mengusung Motto Pemuda Beriman, Kecil Terbina, Muda Berkarya, Hidup Bersahaja, Berkeluarga Bahagia, Tua Sejahtera, Mati Masuk Surga.
Perkemahan akhir tahun ajaran yang diikuti oleh sekitar 1.800 peserta dari siswa siswi dan alumni Pondok Gading Mangu  yang telah menyebar  keseluruh Indonesia hingga negeri tetangga semisal Malaysia, Singapura, Australia, dan lain lain ini dikunjungi oleh hampir 25.000 pengunjung selama acara berlangsung.
Makna kegiatan ini menurut Didik Tondo Susila SH, MSi, selaku ketua panitia, dalam laporan pada pembukaannya mengatakan bahwa perlunya pemuda digembleng agar mereka terbentuk menjadi insan yang berjiwa Pancasilais, bebas narkoba, terbebas dari asap rokok sehingga nantinya mampu menjadi pelanjut tongkat estafet bangsa indoesia yang adil, sejahtera, beradab sesuai dengan cita-cita para leluhur.
“Sebagai calon pemimpin bangsa, Generasi  Muda harus menjadi insan yang Pancasilais, terbebas dari Narkoba, terbebas dari segala hal yang mengakibatkan rusaknya mental spiritual, sehingga mampu melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa dengan baik, sehingga bisa membawa bangsa ini kearah yang lebih baik yang bisa berkeadilan, sejahtera, beradab dan bermartabat sebagaimaan yang dicita-citakan oleh para leluhur pendiri bangsa ini”, ujar Didik.
Khusus bagi para Santri, Pelajar, dan Mahasiswa PP Gadingmangu, perkemahan ini  adalah ajang untuk mengisi liburan  aktivitas belajar baik sekolah, pondok maupun kampus agar liburannya punya makna yang positif, dan bermanfaat.
Perkemahan  yang mengambil thema “kekeluargaan, kerukunan, cinta kasih sesama dan lingkungan,”arahannya kemudian adalah membentuk karakter pemuda yang sehat, dinamis, demokratis, sehingga  bagi para peserta setelah kegiatan ini akan tumbuh berkembang menjadi insan yang professional-religious.
Sedangkan bagi masyarakat sekitar, kegiatan perkemahan CAI ini memiliki dampak positif, terutama bagi roda perekonomian, terbukti  dengan adanya 170 stand Pasar secara tradisional walau hanya temporer.
Pada perkemahan Permata CAI yang ke 33 tahun 2012 ini juga diselenggarakan berbagai macam acara seperti pembagian sembako, gelar budaya santri, pameran promosi UKM/IKM Santri, ceramah, diskusi Workshop yang bermaterikan seputar pemuda dan persoalanya.
Pembukaan permata CAI tahun ini terasa sangat luar biasa karena dihadiri seluruh Muspida Kabupaten Jombang, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim 0814, Ketua Pengadilan Negeri, Kajari, Dan satrad 222 Kabuh, Ketua FKUB, Ketua FKMJ, PC INTI, Persatuan Gereja, PHBI Hindu Darma, Persatuan istri Anggota DPRD Jombang, Tokoh masyarakat seperti dari NU dan Muhammadiyah, hingga Muspika Wonosalam, dan Muspika sekitar. Hadir pula dari ketua DPW LDII Jawa Timur H. Criswanto Santoso.
Sementara Pembukaannya sendiri dibuka oleh Gubernur Jawa Timur yang diwakilkan kepada Ketua Bakorwil Bojonegoro, yang sekaligus membacakan sambutan Gubernur Soekarwo.
Sementara itu Wakil Bupati Jombang Widjono Soeparno saat berikan sambutan mengatakan event seperti ini wajib dipertahankan karena telah menjadi tradisi tahunan yang efeknya tentu Jombang sebagai Kota Santri layak dijadikan contoh dalam kerukunan umat beragama disamping tak kalah pentingnya karena para pesertanya mayoritas para pemuda maka harapanya para tunas-tunas bangsa ini wajib diarahkan ,dibekali ketrampilan, membangkitkan jiwa enterpleanur agar kelak setelah dewasa menjadi manusia mandiri yang teguh tangguh, dalam kehidupan keseharian mengedepankan akhlakul karimah.
Dr. Idris MSi, Ketua Bakorwil Bojonegoro yang mewakili Gubernur Jawa Timur  setelah membacakan sambutan Gubernur mengungkapkan “Jombang merupakan kota komplit, dimana banyak melahirkan tokoh-tokoh Kaliber Internasional, oleh karena itu kegiatan ini kedepannya dapat melahirkan tokoh andal”, tegasnya.
Bupati Jombang Soyanto yang tidak sempat menghadiri pada saat pembukaan Permata CAI tahun ini, menyempatkan hadir pada penutupan yang sekaligus secara resmi menutup acara tersebut./**
arifin.rusdi@gmail.com

Selasa, 17 Juli 2012


Meninggikan kualitas pengagungan kita terhadap perbuatan Syukur selamat mencoba..

Senin, 16 Juli 2012

Menikahi orang yang kita cintai Vs Mencintai orang yang kita nikahi


Temen-temen pilih yang mana?

1. Menikah dengan orang yang kau cintai
2. Mencintai orang yang kau nikahi

Saat itu spontan saya memilih yang kedua: mencintai orang yang saya nikahi (menikahi saya).
“Kenapa?”
Hhm… iya ya, kenapa?

Sebab jodoh adalah hal yang pasti, meski masih menjadi misteri bagi orang-orang yang belum menemukannya. Sedangkan mencintai adalah hal yang berbeda. Mencintai seseorang saat belum ada hak atasnya, bagaikan menggenggam bara. Jika Allah berkenan menjadikannya pendamping seumur hidup, maka bara itu akan menjelma menjadi energi untuk meciptakan kebersamaan yang indah. Tetapi, jika Allah tidak berkenan mempersatukan, bara itu akan membakar, dan bisa jadi menghanguskan diri sendiri.
Lebih dari itu, pilihan kedua rasanya lebih aman dari berbagai penyakit hati, yang bisa jadi mengotori niat suci menikah karena Allah.
Itu jawaban saya saat itu. Tetapi, beberapa jenak setelah itu, saya termenung, mencoba berfikir lebih dalam dan menyelami jauh ke dalam lubuk hati. Lalu, saya pun meneruskan pertanyaan itu ke temen saya yang lain.
Dan dia menjawabnya sama dengan jawaban saya.
Tetapi, saya ragu atas jawaban itu, benarkah begitu?
Pilihan pertama, menikah dengan orang yang saya cintai: Akan dapat mengalirkan energi dan semangat untuk meraih sesuatu yang menjadi dambaan hati. Dan tentu adalah hal yang sangat menyenangkan bisa berdampingan dengan orang yang dicintai, tidak ragu mengumumkannya kepada public, tidak malu mengekspresikannya, sebab cinta itu sudah dilegalkan. MENIKAH DENGAN ORANG YG SAYA CINTAI ADALAH KEMUNGKINAN !
Pilihan kedua, mencintai orang yang saya nikahi: hhmm… Dapat diartikan pasrah, menerima nasib ( pilihan ini bisa juga berarti kita dijodohkan orang tua ). Ah tidak, saya menterjemahkannya menjadi bentuk syukur kepada-Nya. Sebab apa yang telah Allah pilihkan untuk kita, tentu itulah yang terbaik. Maka, kenapa tidak memaknai rasa syukur itu dengan mengupayakan cinta, menumbuhkan dan merawatnya. MENCINTAI ORANG YG SAYA NIKAHI ADALAH KEHARUSAN !

Bukankah jika saat ini saya mencintai seseorang (padahal belum ada hak saya atasnya), itu tidak tumbuh begitu saja? Ada masa-masa, ada hal-hal, ada peristiwa yang membuat saya mencintainya. Lalu, kenapa hal-hal itu tidak bisa ditumbuhkan kepada orang yang sudah Allah pilihkan untuk saya?
Tetapi, sekali lagi, betapa menyenangkan jika yang pertamalah yang menjadi pilihan, menikah dengan orang yang saya cintai, sebagaimana Fatimah yang menikah dengan Ali, sebagaimana Khadijah yang menikah dengan nabi.
Tetapi, kalaupun akhirnya Allah memilihkan orang yang lain, maka pilihan kedua pun bukan hal yang tidak menyenangkan. Tidak ada yang tidak mungkin. Sebab cinta memang harus diupayakan.
Bagaimana denganmu duhai sahabatku..? Apakah akan menikah dengan orang yang engkau cintai, atau akan mencintai orang yang engkau nikahi?
Semua adalah benar. Dan tinggal Qodar Allah yg akan menentukan pada pilihan mana yg engkau dapatkan kelak.
semoga bermanfaat. AHJKH

Sabtu, 14 Juli 2012

Si Dhuafa

Si Dhuafa

Status ini sangat tidak mengenakkan., siapapun di muka bumi ini yang bepikir secara logika takkan mau menyandangnya, di batin terasa diri ini rendah , hina, di pandang sebelah mata, kadang berharap ada yang memberi, memberi bantuan, sedekah, dan lain – lain “ makanaaann ada makanan “ si dhuafa berebut makanan sekalipun terkadang makanan itu sudah hampir basi sisa pemberian si kaya , atau si sukses
Bagi hamba yang tak beriman kadang berpikir logika status dhuafa adalah kesalahan pribadi, akibat malas, orang – orang yang hanya berpangku tangan, salahnya sendiri mau miskin, padahal tanpa ia sadari dia telah menyalahkan, menghina takdir, kodarnya ALLAH yang menciptakan dan membuat semua apa – apa di muka bumi ini. Padahak sebenarnya adanya si kaya , si sukses itu karena ALLAH masih membuat adanya orang – orang miskin , dhuafa dan yatim Dan lain – lain coba seandainya semua orang di takdirkan kaya mau kemana harta kekayaan itu ia gunakan , apakah untuk di nikmati sendiri, maka tunggulah di akherat nanti akan di jadikan bentuk ular Raksasa oleh ALLAH yang akan menggigit meracuni tubuh sikaya hingga hancur meleleh,

Si dhuafa : patutlah bersyukur hartamu takbanyak untuk dipertanggung jawabkan di akherat nanti, sehingga selevel nabi dan para sahabatnya 4 kholifah saja berani habis habisan dan berdoa agar di matikan dalam keadaan miskin dalam arti harta dan warisannya telah ia serahkan untuk pengembangan dan perjuangan agama ALLAH (FisabiLILLAH) hingga  status yang di sandang Nabi dan para Shabat beliaupun dalam keadaan meninggalnya si Dhuafa , bebas hambatan di jalan sirotol mustakim di akherat nanti, karena tidak ada hisaban harta yamg menghalangi, Lain lagi dengan si Kaya yang meninggal dalam bergelimpangan Harta , maka Hartanya di waris dan di miliki oleh orang lain akan kah harta itu mengalirkan kebaikan atau malah mengalirkan dosa baginya selama di alam baka ALLAHU A’Lamu

Alhamdu Lillahi Jaza Kumullahu Khoiroh 

Jumat, 13 Juli 2012

Kisah Motivasi Zahid : Memilih Istri Akhirat (Bidadari)

Ya Allah, Alangkah Bahagianya Calon Suamiku Itu…

Pada zaman Rasulullah SAW hiduplah seorang pemuda yang bernama Zahid yang berumur 35 tahun namun belum juga menikah. Dia tinggal di Suffah masjid Madinah. Ketika sedang memperkilat pedangnya... tiba-tiba Rasulullah SAW datang dan mengucapkan salam. Zahid kaget dan menjawabnya agak gugup.

“Wahai saudaraku Zahid”¦.selama ini engkau sendiri saja,” Rasulullah SAW menyapa.

“Allah bersamaku ya Rasulullah,” kata Zahid.

“Maksudku kenapa engkau selama ini engkau membujang saja, apakah engkau tidak ingin menikah?,” kata Rasulullah SAW.

Zahid menjawab, “Ya Rasulullah, aku ini seorang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap dan wajahku jelek, siapa yang mau denganku ya Rasulullah?”

” Asal engkau mau, itu urusan yang mudah!” kata Rasulullah SAW.

Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan sekretarisnya untuk membuat surat yang isinya adalah melamar kepada wanita yang bernama Zulfah binti Said, anak seorang bangsawan Madinah yang terkenal kaya raya dan terkenal sangat cantik jelita. Akhirnya, surat itu dibawah ke rumah Zahid dan oleh Zahid dibawa kerumah Said. Karena di rumah Said sedang ada tamu, maka Zahid setelah memberikan salam kemudian memberikan surat tersebut dan diterima di depan rumah Said.

“Wahai saudaraku Said, aku membawa surat dari Rasul yang mulia diberikan untukmu saudaraku.”

Said menjawab, “Adalah suatu kehormatan buatku.”

Lalu surat itu dibuka dan dibacanya. Ketika membaca surat tersebut, Said agak terperanjat karena tradisi Arab perkawinan yang selama ini biasanya seorang bangsawan harus kawin dengan keturunan bangsawan dan yang kaya harus kawin dengan orang kaya, itulah yang dinamakan SEKUFU.

Akhirnya Said bertanya kepada Zahid, “Wahai saudaraku, betulkah surat ini dari Rasulullah?”

Zahid menjawab, “Apakah engkau pernah melihat aku berbohong?.”

Dalam suasana yang seperti itu Zulfah datang dan berkata, “Wahai ayah, kenapa sedikit tegang terhadap tamu ini?. bukankah lebih disuruh masuk?”

“Wahai anakku, ini adalah seorang pemuda yang sedang melamar engkau supaya engkau menjadi istrinya,” kata ayahnya.

Disaat itulah Zulfah melihat Zahid sambil menangis sejadi-jadinya dan berkata, “Wahai ayah, banyak pemuda yang tampan dan kaya raya semuanya menginginkan aku, aku tak mau ayah.!” dan Zulfah merasa dirinya terhina.

Maka Said berkata kepada Zahid, “Wahai saudaraku, engkau tahu sendiri anakku tidak mau, bukan aku menghalanginya dan sampaikan kepada Rasulullah bahwa lamaranmu ditolak.”

Mendengar nama Rasul disebut ayahnya, Zulfah berhenti menangis dan bertanya kepada ayahnya, “Wahai ayah, mengapa membawa-bawa nama rasul?”

Akhirnya Said berkata, “Ini yang melamarmu adalah perintah Rasulullah.”

Maka Zulfah istighfar beberapa kali dan menyesal atas kelancangan perbuatannya itu dan berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah, kenapa sejak tadi ayah berkata bahwa yang melamar ini Rasulullah, kalau begitu segera aku harus dikawinkan dengan pemuda ini. Karena ingat firman Allah dalam Al-Qur’an surat 24 : 51. “Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) diantara mereka ialah ucapan. Kami mendengar, dan kami patuh/taat”. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 24:51)”

Zahid pada hari itu merasa jiwanya melayang ke angkasa dan baru kali ini merasakan bahagia yang tiada tara dan segera pamit pulang. Sampai di masjid ia bersujud syukur. Rasul yang mulia tersenyum melihat gerak-gerik Zahid yang berbeda dari biasanya.

“Bagaimana Zahid?”

“Alhamdulillah diterima ya rasul,” jawab Zahid.

“Sudah ada persiapan?”

Zahid menundukkan kepala sambil berkata, “Ya Rasul, kami tidak memiliki apa-apa.”

Akhirnya Rasulullah menyuruhnya pergi ke Abu Bakar, Ustman, dan Abdurrahman bi Auf. Setelah mendapatkan uang yang cukup banyak, Zahid pergi ke pasar untuk membeli persiapan perkawinan. Dalam kondisi itulah Rasulullah SAW menyerukan umat Islam untuk menghadapi kaum kafir yang akan menghancurkan Islam.

Ketika Zahid sampai di masjid, dia melihat kaum Muslimin sudah siap-siap dengan perlengkapan senjata, Zahid bertanya, “Ada apa ini?”

Sahabat menjawab, “Wahai Zahid, hari ini orang kafir akan menghancurkan kita, maka apakah engkau tidak mengerti?”.

Zahid istighfar beberapa kali sambil berkata, “Wah kalau begitu perlengkapan kawin ini akan aku jual dan akan kubelikan kuda yang terbagus.”

Para sahabat menasehatinya, “Wahai Zahid, nanti malam kamu berbulan madu, tetapi engkau hendak berperang?”

Zahid menjawab dengan tegas, “Itu tidak mungkin!”

Lalu Zahid menyitir ayat sebagai berikut, “Jika bapak-bapak, anak-anak, suadara-saudara, istri-istri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih baik kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya (dari) berjihad di jalan-Nya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS. 9:24).

Akhirnya Zahid (Aswad) maju ke medan pertempuran dan mati syahid di jalan Allah.

Rasulullah berkata, “Hari ini Zahid sedang berbulan madu dengan bidadari yang lebih cantik daripada Zulfah.”

Lalu Rasulullah membacakan Al-Qur’an surat 3 : 169-170 dan 2:154). “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.(QS 3: 169-170).

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati, bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.” (QS. 2:154).

Pada saat itulah para sahabat meneteskan air mata dan Zulfahpun berkata, “Ya Allah, alangkah bahagianya calon suamiku itu, jika aku tidak bisa mendampinginya di dunia izinkanlah aku mendampinginya di akhirat.”

HIKMAH
Mudah-mudahan bermanfaat dan bisa menjadi renungan buat kita bahwa, “Untuk Allah di atas segalanya, and die as syuhada.”
Jazakumullah.

Cari di Hadits

Search in the Hadith
Search: in
Download Islamic Softwares FREE | Free Code
www.SearchTruth.com

my family

http://tripwow.tripadvisor.com/tripwow/ta-0228-b87e-7f93?ln

my Friends

my Collection

Perut Ikan Paus Meledak